\ \ \
Panduanrakyat
Baubau

Bapenda Baubau Sedikit Lagi Capai Target PAD 2026

Ketgam: Kepala Bapenda Baubau, Muhammad Massad saat pimpin apel pulang / Foto: Ardilan

BAUBAU,PANDUANRAKYAT.ID- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) tinggal sedikit lagi mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.

Kepala Bapenda Baubau, Muhammad Massad menyebut, saat ini realisasi PAD yang dikelola Bapenda Baubau saat ini mencapai Rp 43,34 miliar hingga awal November 2026. Capaian tersebut setara 83,74 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp51,756 miliar.

Massad mengatakan, pihaknya masih berupaya mengejar kekurangan penerimaan hingga akhir tahun. Bapenda optimis target penerimaan pajak dapat tercapai melalui optimalisasi sejumlah sektor yang masih memiliki potensi.

“Perlu kami sampaikan bahwa hingga saat ini dari target yang diamanahkan kepada Bapenda Kota Baubau di APBD awal 2026 sebesar Rp51.756.000.000, realisasinya 83,74 persen atau Rp43.341.972.754,” ungkap Massad, Rabu 4 November 2026.

Massad merinci, dari 15 jenis penerimaan pajak yang dikelola, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik menjadi salah satu penyumbang terbesar. Realisasinya mencapai Rp10,89 miliar atau 92,91 persen dari target Rp11,725 miliar.

Penerimaan PBB-P2 mencapai Rp8,43 miliar atau 88,82 persen dari target Rp9,5 miliar. Sementara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp6,04 miliar atau 80,55 persen dari target Rp7,5 miliar.

Penerimaan PBJT restoran tercatat Rp5,33 miliar atau 76,27 persen dari target Rp7 miliar. Sedangkan Opsen BBNKB mencapai Rp4,35 miliar atau 83,71 persen dari target Rp5,2 miliar.

Opsen PKB terealisasi Rp4,69 miliar atau 80,99 persen dari target Rp5,8 miliar. Sementara PBJT hotel mencapai Rp1,63 miliar atau 77,88 persen dari target Rp2,1 miliar.

Pajak reklame terealisasi Rp1,02 miliar atau 85,05 persen dari target Rp1,2 miliar. Adapun PBJT kesenian dan hiburan mencapai Rp484,74 juta atau 74,58 persen dari target Rp 650 juta.

PBJT jasa parkir mencatat penerimaan Rp188,73 juta atau 75,49 persen dari target Rp250 juta. Pemakaian kekayaan daerah mencapai Rp147,44 juta atau 58,98 persen dari target Rp250 juta.

Lain-lain PAD tercatat Rp42,37 juta atau 75,67 persen dari target Rp56 juta. Sementara Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) telah menghasilkan Rp60 juta meski dalam APBD induk belum ditetapkan target penerimaan.

Sementara itu lanjut Massad, Pajak Air Tanah dengan target Rp500 juta masih belum terealisasi. Hal itu karena Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara baru diterbitkan bulan lalu terkait penerapan pajak tersebut. “Saat ini kita lagi menyiapkan untuk perhitungan melalui Perwali,” ujarnya.

Pajak sarang burung walet dengan target Rp25 juta juga belum mencatat penerimaan hingga awal November. Namun, Massad optimis target tersebut dapat dicapai karena pelaku usaha dijadwalkan melakukan panen pada November.

Selain itu kata Massad, untuk penerimaan pajak tenaga listrik juga akan diperluas dengan menggali potensi dari pemilik genset berkapasitas besar. Potensi tersebut termasuk penggunaan genset di perkantoran ketika terjadi pemadaman listrik.

“Tenaga listrik ini sebetulnya kita lagi mendalami, termasuk perluasan sampai di pemilik-pemilik genset besar,”katanya.

Dirinya menyebut, mekanisme penghitungan masih perlu didalami karena penerapannya menggunakan sistem self-assessment atau wajib pajak melaporkan sendiri kewajibannya.

Massad mengataka, Bapenda terus mendorong kepatuhan masyarakat melalui digitalisasi layanan perpajakan. Salah satu inovasi yang telah disiapkan adalah aplikasi M-PAD Kota Baubau untuk layanan pajak, retribusi, dan penyewaan aset daerah.

Melalui M-PAD, masyarakat diharapkan dapat melakukan pelaporan dan pembayaran secara mandiri melalui kanal perbankan maupun QRIS. Digitalisasi tersebut dinilai dapat memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pajak.

“Yang kita harapkan sebetulnya ketika masyarakat melakukan pembayaran pajak, dia melakukan dengan kesadarannya sendiri,” ujar Massad.

Menurutnya, kemudahan layanan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Bapenda Kota Baubau optimis realisasi penerimaan pajak dapat mencapai 100 persen hingga akhir 2026. Massad menilai pencapaian target tersebut merupakan tanggung jawab Bapenda untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap pengelolaan pendapatan daerah.

Massad juga optimis target PAD dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, karakter Baubau sebagai daerah jasa, transit, dan lintasan memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi.

Reporter : Ardilan